RSS

Kamis, 10 Januari 2013

PRINSIP-PRINSIP JAWA

HAMEMAYU HAYUNING BUWANA

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti mempercantik kecantikan dunia.
Pepatah ini menyarankan agar setiap insan manusia dapat menjadi agen bagi tujuan utuh.
Bukan hanya mempercantik atau membuat indah kondisi dunia dalam pengertian lahir batin, namun juga bisa membuat hayu dalam pengertian rahayu ‘selamat dan sejahtera’.
Dengan demikian, pepatah ini sebenarnya ingin menyat akan bahwa alangkah indah, selamat, cantik dan eloknya kehidupan di dunia ini jika manusia yang menghuninya bisa menjadi agen bagi hamemayu hayuning buwana itu. Untuk itu setiap manusia disarankan untuk tidak merusakkan dunia dengan perilaku-perilaku buruk dan busuk.
Perilaku yang demikian ini akan berbalik pada si pelaku sendiri dan juga lingkungannya. Hal inilah yang merusakkan dunia. Untuk itu pengekangan diri untuk tidak berlaku jahat, licik, culas, curang, serakah, menang sendiri, benar sendiri dan seterusnya perlu diwujudkan untuk mencapai hayuning buwana.
Tentu saja makna yang dimaksudkan oleh pepatah ini adalah makna dalam pengertian lahir batin. Keduanya harus seimbang. Tanpa itu apa yang dimaksud dari hamemayu hayuning buwana itu akan gagal.
Sebab tindakan yang tidak didasari ketulusan dan kesucian hati hanya akan menumbuhan pamrih diluar kewajaran atau tendensi yang barangkali justru menjadi bumerang bagi tujuan pepatah itu.
Sebab hamemayu hayuning buwana mendasarkan diri pada niat yang suci atau tulus dalam mendarmabaktikan kaya(kerjanya) bagi dunia.
* PERCANTIKLAH LAHIR BATIN-MU SAHABAT *


TUNA SATAK BATHI SANAK

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti rugi satu tak (satu ukuran uang) untung saudara.
Pepatah ini ingin mengajarkan bahwa sekalipun dalam dunia dagang yang pertimbangan utamanya hanyalah mencari untung dan untung, bagi orang jawa kerugian sekian uang tidak mengapa asal (masih) bisa mendapatkan sedulur saudara atau teman.
Teman (dalam arti sesungguhnya) tampaknya memang menjadi pilihan yang lebih mempunyai makna daripada sekedar uang (material).
Pada sisi lain, pepatah ini juga mengajarkan bahwa sedulur (sanak) jauh lebih menguntungkan daripada seukuran uang dalam kesesaatan. Jika diulur, maka teman atau sedulur itu di kemudian hari dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar daripada seukuran uang pada saat transaksi jual beli terjadi.
Jika memang sedulur itu menyedulur ‘menyaudara’ dengan kita , dapat dipastikanbahwa ia (mereka) akan membantu kita jika kita mendapatkan kesulitan. Bantuan dari orang yang demikian itu tanpa kita sadari nilainya jauh lebih besar dibandingkan ketika kita mendapatkan uang satak pada saat kita melaksanakan transaksi jual beli di masa lalu.
Dengan adanya rasa menyedulur itu, orang yang bersangkutan tidak akan owel ‘sungkan/enggan’ memberikan bantuannya dalam bentuk apapun yang sesungguhnya tidak bisa kita ukur dengan sekedar hanya uang atau material. Dalam kali lain, orang yang bersangkutan bisa jadi akan membeli produk atau dagangan yang kita jual tanpa perlu lagi menawar karena di masa lalu ia pernah mendapatkan kemurahan dari kita yang berupa satak (satu ukuran uang).
Pepatah ini sesungguhnya menunjukkan betapa optimisnya orang Jawa dalam menyikapi hidup.
* Satunggaling prinsip tiyang jawi ingkang sampun awis-awis diugemi jaman samangkeh *


ADOH TANPA WANGENAN CEDHAK DATAN SENGGOLAN

Pepatah Jawa tersebut secara harfiah berarti jauh tanpa ukuran dekat tidak senggolan.
Pepatah ini dalam masyarakat Jawa biasanya digunakan untu menggambarkan keberadaan kekasih atau Tuhan.
Orang yang tengah dilanda cinta biasanya akan merasa kangen terus dengan orang yang dijatuh cintainya. Jika kekasih tersebut tidak berada di sisinya, memang terasa begitu jauh keberadaanya. Namun di balik itu sesungguhnya sang kekasih juga sangat dekat dengan dirinya, yakni berada di dalam hatinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kekasih itu berada jauh namun sesungguhnya jua sangat dekat sekalipun kedekatannya (dihati) itu menyebabkan tidak bisa bersentuhan atau bersenggolan.
Hal yang sama juga sering digunakan untuk menggambarkan keberadaan Tuhan bagi manusia. Kadang orang merasa bahwa Tuhan demikian jauh, seolah-olah berada di atas langit lapis ke tujuh yang jaraknya tidak dapat diukur. Namun sesungguhnya Tuhan juga begitu dekat terasa di hati masing-masing orang. Sekalipun begitu manusia tidak bisa memegangnya.
WANI NGALAH LUHUR WEKASANE

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti berani mengalah akan mulia di kemudian hari.
Orang boleh saja mencemooh pepatah yang sekilas memperlihatkan makna tidak mau berkompetisi, pasrah, penakut, lemah dan sebagainya. Namun bukan itu sesungguhnya yang dimaksudkan.
Wani ngalah sesungguhnya dimaksudkan agar setiap terjadi persoalan yang menegangkan orang berani mengendorkan syaratnya sendiri atau bahkan undur diri. Lebih-lebih jika persoalan itu tidak berkenaan dengan persoalan yang sangat penting.
Pada persoalan yang sangat penting pun juka orang berani mengalah(sekalipun ia jelas-jelas berada pada posisi benar dan jujur), kelak di kemudian hari ia akan memperoleh kemuliaan itu.
Bagaimana kok bisa begitu ? Ya, karena jika orang sudah mengetahui semua seluk beluk, putih-hitam, jahat-mulia, culas-jujur, maka orang akan dapat menilai siapa sesungguhnya yang mulia itu dan siapa pula yang tercela itu. Orang akan dapat menilai, menimbang: mana loyang, mana emas.
Memang, tidak mudah bahkan teramat sulit dan nyaris mustahil untuk bersikap wani ngalah itu. Lebih-lebih di zaman yang semuanya diukur serba uang, serba material, hedonis dan wadag semata seperti zaman ini.
Namun jika kita berani memulai dari diri sendiri untuk bersikap seperti itu, dapat dipastikan kita akan beroleh kemuliaan di kemudian hari sekalipun sungguh-sungguh kita tidak mengharapkannya, karena kemuliaan itu sendiri tidak bisa diburu-buru atau diincar-incar seperti orang berburu burung. Kemuliaan didapatkan dengan laku serta keikhlasan. Jika kita mengharap-harapkannya, maka semuanya justru akan musnah. Kemuliaan itu sekalipun berasal dari diri kita sendiri namun orang lain lah yang menilainya. Bukan kita, kita tidak pernah tahu apakah kita ini mulia atau tidak. Orang lain lah yang bisa menilai itu atas diri kita.


SURA DIRA JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI

Artinya keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera.


URIP IKU URUP

Artinya hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat.


SING RESIK URIPE BAKAL MULYA

Artinya siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya.


SING PRIHATIN BAKAL MEMIMPIN

Artinya siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin.

SING SABAR LAN NGALAH DADI KEKASIH ALLAH

Artinya yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah


AJA ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA

Artinya jangan sok kuasa, sok besar, sok berwibawa.


AJA MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDO

Artinya jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.


AJA KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA, SING WAS-WAS TIWAS

Artinya jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi.


AJA KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN

Artinya janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.


AJA GUMUNAN, AJA GETUNAN, AJA KAGETAN, AJA ALEMAN

Artinya jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja.


DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN

Artinya jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.


SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE, BANTER TAN MBANCANGI, DHUWUR TAN NGUNGKULI

Artinya berkarya dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi.


NGLURUK TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BANDHA

Artinya bertempur tanpa perlu membawa pasukan; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.

Jumat, 04 Januari 2013

TIGA KARUNG BERAS ( CERITA KASIH IBU )

Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki.
Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggallah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik.

Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah".

Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut.

Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.
Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pinc­ang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.

Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah.

Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama".

Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".

Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !". Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.

Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku......

Inti dari Cerita ini adalah:
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: " Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. .. selamanya".

Minggu, 30 Desember 2012

KEBAHAGIAAN

Kadang orang yang kita cinta ngak bisa kita miliki,
Tapi orang yang kita miliki ngak kita cintai
Ini hanya akan menjadi sebuah teka-teki yang ngak akan pernah buat kita bahagia!!

Jadi, kalau kita udah dapetin orang yg kita cintai,
Jangan pernah sia-sia'in dia begitu aja !
Cintai dan sayangi dia dengan kesungguhan & ketulusan hati :)

Cinta bukan apa yg di dapat , tapi apa yg d'rasa.
Cinta bkan puisi , tapi kata hati.
Aku pun punya jawaban,
Jika cinta adalah harapan maka hati adalah jawaban,
Bangun kejujuran & ketulusan hati dengan kepercayaan , itulah CINTA :)

Maka Allah menciptakan kita dengan :
2 mata
2 telinga
2 kaki
2 tangan
2 paru-paru
Bahkan dengan 2 ginjal.
Tapi kenapa Allah memberikan kita hanya dengan 1 hati ??
Karna ,,,
Hati yang satunya lagi berada pada orang yang kita sayang.

Kamis, 27 Desember 2012

APA YANG KITA ANGGAP BENAR BELUM TENTU BENAR

Alkisah ada seorang ayah dan anak, dimana ayahnya mengatakan kepada anaknya, apapun yang kita lakukan di dunia ini belum tentu benar, dan sang ayah mengatakan akan membuktikan pada esok harinya.

Pada ke esokan harinya, diambil seekor keledai, dan sang ayah menyuruh anaknya naik ke keledai itu, dan sang ayah menariknya. saat melewati pasar.
orang-orang di pasar mengatakan : Anak yang tak tau diri, org tua sudah setua itu menarik keledai, dan dia enak enakan duduk di atas keledai.
Sampai di rumah, sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengar kan apa yang di katakan orang.
Besok kita coba lagi, tapi kamu yang menarik keledainya, ayah yang menaiki keledainya.
Keesokan harinya seperti yang sudah di rencanakan, orang-orang pasar pun mengatakan : memang org tua tak tau diri, anak sekecil itu di suruh menarik keledai, sedang dia duduk enak di atas keledai. Sampai di rumah, sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengar kan apa yang di katakan orang.
Besok kita coba lagi, kita berdua akan menaiki keledai ini bersama-orang. Dan saat melewati pasar, orang orang di pasar mengatakan, memang sepasang ayah dan anak yang tidak tau diri, mahluk selemah keledai di naiki bersama-sama, sampai di rumah, sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengar kan apa yang di katakan orang.

Besok kita coba lagi, tapi kali ini keledai ini akan kita pikul bersama-sama, pada saat melewati pasar, 0rang-orang di pasar pun mengatakan ,memang orang yang bodoh, bukan di naiki dan di gunakan sebagai alat transport, malahan di pikul..
sampai di rumah, sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengar kan apa yang di katakan org,..

Intinya :
Apapun yg kita lakukan,walaupun itu benar,tapi belum tentu di mata org itu benar.maka jgn pernah putus asa dlm menjalani hidup.

KISAH SEGELAS SUSU

Ada seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang.
Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan.
Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorg gadis muda.
Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.
Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu.

"Berapa harga segelas susu ini?"tanya anak lelaki itu.
"Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,"jawab si gadis.
"Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… " balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.

Belasan tahun berlalu…
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan.
Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis. Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa.
Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter.
Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersbt.
Dia langsung mengenali wanita itu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…
"Telah dibayar lunas dengan segelas susu …" Tertanda, dr. Howard Kelly. (dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut.
Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)

Begitulah …
Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita. We will harvest what we plant.

Dan jangan pernah menghina orang yg kita lihat lemah,
karena kita tidak tahu nasib kita kedepannya .

Rabu, 26 Desember 2012

CUMA KAMU

Jujur ku mau bilang
Jangan bilang-bilang
Tentang perasaanku
Tentang angan dan inginku

Ini spesial untukmu
Tak kubiarkan dunia kan tau
Tentang isi didadaku
Tentang asa dan mauku

Cukup aku dan kamu yang tau
Yang lain...jelas nggak perlu
Bahkan semutpun tak pernah tau
Tentang manis kata-rayuku

Bukan aku ngelantur
Bukan ku bicara, sedikit ngawur
Itu kan terjadi hanya,
Di cerita Opera Van Java

Ini gayaku..
Ini caraku..
Nggak perlu banyak bicara
Bicara yang nggak perlu

Aku nggak bisa nge-gombal
Apalagi gombalin kamu
Kau hanya pantas kupuja
Dengan ketulusan..itu saja

Yang pasti..
Cinta itu tlah kau tanam
Disini..
Di taman hati

Ini hatiku...mana hatimu
Ini tentang perasaanku
Tentang angan dan inginku
Tentang asa, isi dadaku.KPC

KENAPA AKU BERTEMU DIA

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya apabila kita bertemu jodoh yang sebenar,masih ada rasa syukur kita pada ketentuan-NYA.

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita dapat menjadi penilai yang baik.

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita sedar bahawa kita hanyalah makhluk yang sentiasa mengharapkan pertolongan ALLAH.

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita dapat KASIH SAYANG YANG TERBAIK,KHAS UNTUK DIRI KITA.

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita sedar bahawa ALLAH MAHA PEMURAH & PENYAYANG kerana mengingatkan kita bahawa dia bukanlah pilihan yg hebat untuk kita dan kehidupan kita pada masa depan...

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yangg salah supaya kita dapat mengutip pengalaman yang tak semua orang berpeluang untuk mengalaminya.

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita jadi MANUSIA YANG HEBAT JIWANYA.

Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita lebih faham bahawa CINTA YANG TERBAIK HANYA ADA BERSAMA ALLAH.

memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita LEBIH MENGENALI KEHIDUPAN YANG TAK SELAMANYA KEKAL...


‎" Lebih baik diam dengan Rasa Sayank daripada Tersakiti oleh Harapan "